“Teguk Sapa” merupakan proyek sederhana dalam bentuk mini showcase yang digagas oleh program pameran Berkebunrupa. Memanfaatkan masa jeda yang singkat di tengah kalender pameran regular dwi wulan Berkebunrupa, proyek ini mengumpulkan dan mempresentasikan karya visual seniman-seniman yang mempunyai karakter kuat, konsistensi proses kreatif dan inovatif dalam berkarya. Selain itu, mereka merupakan tokoh-tokoh yang aktif hidup dan menghidupi ruang dengan berbagai program berkelanjutan di dalamnya. Ruang tersebut bisa berbentuk open private studio, kolaborasi program dengan masyarakat, kolektif, dan aktivasi ruang-ruang alternatif.
""Teguk Sapa"" sebuah paronomasia (permainan kata) dari frase tegur sapa yaitu ungkapan atau tindakan menyapa orang lain dengan ramah dan sopan. Ini adalah bagian dari budaya komunikasi yang penting dalam interaksi sosial, di mana seseorang menunjukkan perhatian dan keramahan kepada orang lain. Tegur sapa bisa berupa ucapan salam, menanyakan kabar, atau percakapan ringan lainnya. Tegur sapa tentu saja lebih dari sekedar basa-basi, tegur sapa adalah sebuah celah dan upaya jujur untuk tetap menjaga jejaring solidaritas antar seniman, komunitas seni dan masyarakat.
Kehadiran seniman-seniman terpilih dan karyanya dalam pameran ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi publik untuk melakukan kunjungan, lalu berinteraksi, bertegur sapa, atau uluk salam di sebuah toko buku dan ruang seni mungil bernama Kebun Buku.