“Recall: Reconstruction” dipilih sebagai tema pameran kami karena relevansinya dengan dinamika pengalaman yang terus bergerak. Kami berusaha memaknai sebuah proses tumpang tindih antara proses pemanggilan memori lama lalu bertemu dengan memori baru yang saling mengikat, memengaruhi, bahkan saling mengaburkan. Dalam proses tersebut, ingatan tidak lagi hadir sebagai sesuatu yang utuh dan stabil, melainkan mengalami distorsi, pergeseran, hingga membentuk konstruksi makna yang baru.
Fenomena ini menghadirkan kejanggalan dalam cara berpikir dan mengingat sebuah peristiwa yang pernah diyakini namun jelas dapat berubah karena pengalaman yang terus menumpuk dan bergerak. Ingatan dalam konteks ini bukan sekadar rekaman masa lalu, tetapi ruang negosiasi yang terus diperbarui oleh waktu, emosi, dan pengalaman.
Namun juga memiliki sifat berlawanan, dapat berdampak positif maupun negatif. Di satu sisi, ia memungkinkan lahirnya perspektif dan pemahaman baru, dan juga memperkaya cara individu memaknai pengalaman hidupnya. Di sisi lain, tumpang tindih sebuah memori dapat memunculkan kebingungan, konflik batin, bahkan rasa tidak nyaman, bagi seseorang yang peka dan merasakan.