“Kerja ingatan meruntuhkan waktu.”
— Walter Benjamin
EQUILIBRIUM menjadi ruang percakapan tentang kenangan dan ingatan—dua hal yang terus bergerak di antara masa lalu dan kenyataan.
Kenangan dapat membekas seperti tilas pada selembar kertas. Ia bisa bertahan, tetapi juga perlahan pudar. Dalam ketegangan itulah, enam seniman—Hari Budiono, Pupuk DP, Budi Ubrux, Iwan Yusuf, Putu Sutawijaya, dan Agus Noor—dipertemukan dalam sebuah pameran yang menelusuri hasrat manusia untuk mengabadikan sesuatu yang pada dasarnya rapuh.