DWI RAHMANTO MENARIK SIMPUL SENI DAN ARSIP

Sosok

19-Jul-2026

Oleh Hardiwan Prayogo

Perjalanan menuju House of Menep di Logandeng, Gunungkidul sekaligus sebuah lawatan pada Dwi Rahmanto (Dwe), seorang pengarsip, musisi, dan pegiat seni yang selama lebih dari dua dekade menjadi bagian penting dari perkembangan ekosistem seni rupa Yogyakarta. Di rumah yang kini juga berfungsi sebagai ruang temu bagi berbagai komunitas, percakapan kami bergerak dari arsip, musik, hingga bagaimana perubahan teknologi turut mengubah cara seni didokumentasikan dan dipelajari.

Ketertarikan Dwe pada dunia seni rupa berawal ketika menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR, kini SMK Negeri 3 Kasihan). Pada masa itu, fotografi menjadi pintu masuknya untuk memahami gambar, dokumentasi, dan teknologi visual. Minat tersebut kemudian berkembang ke dunia multimedia yang mempertemukan Dwe dengan berbagai pelaku seni di Yogyakarta pada akhir 1990-an, ketika ekosistem seni kota ini tengah tumbuh pesat seiring terbukanya ruang-ruang kebudayaan pasca-Reformasi.




Pada tahun 2000, Dwi bergabung dengan Yayasan Seni Cemeti, lembaga yang kemudian bertransformasi menjadi Indonesian Visual Art Archive (IVAA). Di sana Dwe mengerjakan dokumentasi dan pengarsipan seni rupa Indonesia, mulai dari mendata pameran, mendigitalisasi koleksi, hingga mengembangkan sistem arsip yang dapat diakses publik. Selama 25 tahun berkarya bersama IVAA, Dwe menyaksikan langsung bagaimana praktik pengarsipan berkembang dari katalog cetak, slide fotografi, dan dokumentasi analog menuju basis data digital yang kini menjadi salah satu sumber penting bagi penelitian seni rupa Indonesia.




Bekerja di IVAA juga menempatkan Dwe di persimpangan berbagai praktik seni. Selain bersinggungan dengan perupa, kurator, peneliti, dan komunitas budaya, Dwe turut mengikuti dinamika yang membentuk perkembangan seni kontemporer Yogyakarta selama dua dekade terakhir. Pengalaman yang membuatnya melihat arsip lebih dari sekadar tumpukan dokumen. Baginya arsip adalah bagian dari proses memahami perubahan sosial, jaringan komunitas, dan perjalanan praktik artistik itu sendiri.

Di luar kerja pengarsipan, Dwe juga aktif di dunia musik lewat bandnya, yaitu Shopping List. Dwe terus berkarya hingga hari ini, memperlihatkan bagaimana kerja artistik dan pengarsipan berjalan beriringan. Ketertarikannya pada isu lingkungan dan pengetahuan lokal juga berkembang melalui berbagai proyek kolaboratif yang mempertemukan seni, masyarakat, dan ruang hidup sehari-hari. Wilayah ini banyak Dwe lakukan bersama kolektif ABDW yang berbasis di Gunungkidul. 




Selepas perjalanan panjangnya bersama IVAA usai pada 2025, Dwe tetap aktif dan masih terlibat dalam berbagai kerja kolaborasi dan pengorganisasian ekosistem seni. Hari ini, House of Menep menjadi simpul penting dari kerja-kerja kebudayaan yang terus dilakukan Dwe. Dari rumah ini, Dwe terus melanjutkan praktik yang selama ini menjadi benang merah perjalanan hidupnya: menghubungkan orang, pengetahuan, dan pengalaman melalui kerja kolektif yang tumbuh dari arsip dan komunitas.