Selain kota pelajar, Yogyakarta adalah kota wisata. Kalimat tersebut tidak dapat dimungkiri lagi melihat perkembangan pariwisata yang masif beberapa tahun terakhir. Puluhan bahkan ratusan lokasi wisata tersedia di Yogyakarta, sebut saja Malioboro, Prambanan, Parangtritis, dll. Timur, barat, utara, dan selatan. Kemana pun Anda menuju, Yogyakarta selalu punya tempat tujuan untuk berwisata.
Prawirotaman, Tirtodipuran, dan Suryodiningratan. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa daerah di selatan Kota Yogyakarta ini merupakan pusaran wisata baik lokal maupun mancanegara. Banyak sekali hotel, restoran, bar, hingga galeri seni terpusat di daerah tersebut. Tidak terkecuali wisata kuliner. Kami berkesempatan mengunjungi salah satu restoran yang sering diperbincangkan; MASAMA by Kamil.
Camille Massard-Combe, atau biasa dipanggil Chef Kamil, adalah seorang pria kelahiran Perancis tahun 1974. Kamil datang ke Indonesia pada tahun 2008. Bermula saat dia menyambangi seorang teman yang sedang berada di Yogyakarta, Kamil langsung merasa nyaman berada di Yogyakarta hingga akhirnya memutuskan untuk membuka restorannya sendiri di tahun yang sama. Kemudian pada tahun 2012, ia membuka Mediterranea by Kamil.
Jika Mediterranea lebih dominan menyajikan menu western, MASAMA banyak menyajikan menu fusion western-asian. Saat kami berkunjung untuk menikmati sore, kami berjumpa dengan Chef Kamil dan istrinya, Irma, selaku general manager. Selain menceritakan riwayat bisnisnya, Chef Kamil juga menyajikan camilan sore yaitu Fried Calamari, Smoked Marlin dengan Saus Sicilia, dan Garlic Cheese Sourdough.

Wawancara dengan Chef Kamil
Chef Kamil memang tumbuh dari keluarga penyuka seni. Selain memasak, keluarga Kamil gemar melukis dan bermain musik. Hal ini menyebabkan Kamil juga suka bergaul dengan para seniman yang menjadi pelanggannya. Selain karena lokasi Mediterranea dan MASAMA terletak di pusat wisata kota Yogyakarta, Chef Kamil juga membuka fasilitas pajang karya di Mediterranea.
Pajang karya ini dilakukan atas permintaan beberapa seniman yang menjadi langganannya. Pajang karya berdurasi tiga bulan setiap periodenya. Sehingga selama satu tahun bisa mencapai empat seniman yang memajang karyanya. Setiap pengunjung restoran milik Chef Kamil yang tertarik dapat membeli karya yang sedang dipajang.
Perbincangan berlanjut, petang menuju malam. Chef Kamil menyuguhkan tiga menu andalannya untuk makan malam. Beef rendang with mashed potato, Zenzen skewers, dan seafood noodles. Khusus untuk seafood noodles, menu tersebut tercipta berdasarkan puisi karya Joko Pinurbo. Soal rasa, kami tidak menyangka bahwa rendang dengan mashed potato adalah perpaduan yang cukup menyenangkan. Zenzen skewers adalah seafood bakar yang ditusuk serupa sate, dan seafood noodles rasanya cukup mengejutkan, segar tetapi hangat.

Menu Seafood Noodle terinspirasi oleh puisi karya Joko Pinurbo
Menu Zenzen Steward

Rendang dengan mashed potato
Kami merekomendasikan Anda selama lebaran seni dan mampir ke Mediterranea dan MASAMA untuk menyicipi olahan karya Chef Kamil. Adapun, karya Chef Kamil yang lain bisa dicicipi di Mediterranea Bakery, Mediterranea Pizza, dan Khainan Chicken Rice. Bagi kami, masakan beliau juga merupakan sebuah karya seni itu sendiri. Kapan-kapan lagi!