Menikmati Karya Seni dan Arsitektur di Dancing Mountain House

Dancing Mountain House dikenal sebagai rumah tanpa sekat jadi kebanggaan Kota Salatiga. Dibuat oleh arsitek kenamaan Budi Pradono, ruang ini dibangun tanpa mengubah kontur tanah, bentuknya pun mengikuti bidang tanah apa adanya. Mereka menyajikan sebuah pameran berisi karya seni yang menyatu dengan ruang; pengalaman menikmati karya seni sekaligus arsitektur. 

Fasilitas

Rekomendasi
Asyam Ashari

17-Aug-2024

Jl. Flamboyan, Tegalrejo, Kec. Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50733

View Maps

Dancing Mountain House (DMH) beralamat di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Tempat ini awalnya adalah lahan milik orang tua Budi Pradono, yang kemudian dibangun untuk tempat tinggal keluarga. Kemudian, DMH menjadi tempat tinggal ibu Eliana Rosalina Pradono sekaligus penginapan yang dapat dipesan oleh pengunjung via AirBNB atau WhatsApp. Hal ini karena ibu Eliana Rosalina Pradono gemar bertemu dan berbincang dengan banyak orang.

Dancing Mountain House dibuka pada 2015. Rumah yang diberi nama P House oleh Budi Pradono ini mengusung konsep borderless house, di mana tidak ada sekat antar ruangan rumah. Terdiri dari empat kamar tidur dengan kamar mandi di dalam kamar, dapur, dan ruang makan nampak luas. Rumah ini sangat cocok dijadikan tempat untuk menepi sejenak dari penatnya kesibukan. Desain atap rumah juga terinspirasi dari gunung-gunung yang mengelilingi Salatiga yaitu Merapi, Telomoyo, Tidar, dan Andong. 

Atap Dancing Mountain House

Saat kami berkunjung, sedang berlangsung pameran berjudul Reposisi yang dibuka pada pertengahan Juli. Pameran ini diikuti oleh tiga seniman yaitu Farhan Siki, Yudi Sulistya, Radetyo Itok. Pameran yang merespon ruang Dancing Mountain House itu tersebar di segala sisi, bahkan di setiap kamar hingga tempat mandi. 

Karya Radetyo Itok di depan rumah 

Karya Yudi Sulistya

Pameran ini juga merespon perpustakaan Dancing Mountain House yang tertimpa pohon tumbang pada Februari 2024 lalu, kini perpustakaan itu menjadi salah satu karya seni instalasi yang dipamerkan di pameran Reposisi sebelum nantinya akan direnovasi. 

Selain menjadi ruang pamer, DMH dapat difungsikan dengan kegiatan tertentu, mereka memiliki perhatian pada lingkungan dan kreativitas. Memanfaatkan dan berkolaborasi untuk proyek karya sangat memungkinkan. Ada beberapa fasilitas tersedia di DMH, di antaranya adalah area parkir, taman yang estetik, juga bisa melakukan walking tour dan menyantap menu makanan lokal. Jika Anda berkunjung ke Salatiga, sempatkan berkunjung ke Dancing Mountain House, cobalah letakkan semua gawai yang anda miliki dan duduk diam di halamannya selama 15 menit, rasakan sensasinya.

Kapan-kapan lagi!