Suasana di Bale Klegung sangat menenangkan. Saat datang, anda akan disuguhi fasad rumah limas jawa dengan atap rendah dan kolam dengan banyak hiasan tanaman air. Menurut arsitek Budi Pradono, Bale Klegung adalah karya puncak arsitek Eko Prawoto, yang selama 5 tahun terakhir memilih tinggal dan mempelajari kehidupan di desa-desa.
Staf yang ramah juga akan langsung mengantarkan ke meja yang anda inginkan, dengan memberi info titik-titik terbaik untuk menikmati suasana Bale Klegung. Berada di tepi sungai, Bale Klegung menawarkan “the river whisper” atau sungai berbisik, karena di semua sudut Bale Klegung, anda akan mendengar suara aliran sungai yang berada tepat di samping Bale Klegung.
Berbicara tentang Bale Klegung, tempat ini adalah sebuah tempat makan, atau kami lebih suka menyebutnya rumah makan karena suasana “rumah”-nya yang sangat kental. Bale Klegung menyediakan berbagai macam hidangan khas jawa-khususnya Kulon Progo-serta hidangan khas peranakan seperti misoa. Ayam goreng laos adalah bintang di Bale Klegung, selain sego wiwit dan mangut pari.
Terdapat juga hidangan fusion seperti Mie Mangut Telur, favorit pemilik tempat ini, almarhum Eko Agus Prawoto, seorang arsitek kenamaan yang karya-karya banyak berkolaborasi dengan para seniman penting di Jogja. Selain itu, Bale Klegung juga menyediakan berbagai jenis minuman serta kopi khas Kulon Progo seperti wedang uwuh, dan berbagai macam kopi Menoreh.

MIe Mangut
Eko Agus Prawoto adalah seorang arsitek, pengajar, dan juga seniman yang membangun Bale Klegung. Eko Prawoto berkolaborasi dengan tukang-tukang di sekitar Desa Dekso saat membangun Bale Klegung. Saat pembangunan, Eko Prawoto sengaja tidak memotong pohon-pohon besar di area Bale Klegung dan membuat bangunannya tidak mengubah kontur tanah yang ada, sehingga ada kesan bertingkat yang didapat saat mengunjungi Bale Klegung.
Selain itu, terdapat juga desain-desain khas Eko Prawoto yang meliputi detail bambu, bata, hingga hiasan batu dan nomor meja di seputar Bale Klegung. Mosaik-mosaik pecahan keramik juga dapat anda dapat temukan di beberapa sudut Bale Klegung.

Mozaik
Di dalam komplek Bale Klegung juga terdapat Museum Benda Biasa, tempat Eko Prawoto mengumpulkan dan memajang benda-benda yang dekat dengan keseharian kita hasil dari kreativitas orang-orang biasa, terutama alat-alat perkakas pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Jika betah dan nyaman dengan suasana Bale Klegung, terdapat juga bed and breakfast di sebelah Bale Klegung. Tempat bernama Pomah ini juga didesain langsung oleh Eko Prawoto bersama Murakabi, semacam laboratorium kreatif yang menjadikan seni lebih dekat dan terlibat dengan keseharian masyarakat. Suasana kabin yang langsung menyatu dengan alam dan langsung menghadap sungai tentu menambah kenyamanan menginap di Pomah.
Kapan-kapan lagi!
